Karya : Fandy Akhmad & Fitria Nur Aini
Bibir tersungging manis
di antara dua sejoli menjalin ikatan batin
liku-liku perjalanan hidup adalah kisah hakiki
adakala romantika sedih sedan, jua rona bahagia dicicipi
Sesekali percikan amarah
menumbangkan kenang hingga luluh lantak
namun seketika terhapus kala hadirnya membawa tawa
kembali lagi merajut cerita indah bersama
bagai metamorfosis kepompong lewat rapal puasa
Pada saatnya 'kan menjelma kupu-kupu indah dalam bingkai ukhuwah
terjaga karena adanya persamaan pandangan
selisih paham hanyalah bumbu yang tak menyurutkan kebersamaan
ketika lelah menjamah, hati tetap terpaut 'tuk memaknai arti sahabat
Tak lekang oleh dimensi rindu
meski jarak memisahkan, tali kasih terpancar tulus
mungkin saja aku tak mampu menerka mimpimu
namun di setiap kebaikan, doaku menyertai langkahmu
Tegal & Ponorogo, 01 Mei 2017
Selamat datang. Selamat membaca coretan kisah cinta, cita, dan takdir yang tergores menjadi rangkaian kata. Semoga aku dan kamu abadi dalam aksara.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
"Maaf. Aku Pamit"
Apabila nanti aku berhenti, bukan siapa yang menghentikan aku untuk selalu menantimu. Tapi waktu yang akan menghentikan aku untu...
-
Karya : Fitria Nur Aini Dirimu berjuang Belajar jauh dari orang-orang tersayang Meninggalkan kota kelahiran Demi masa depan Ingin berh...
-
Karya : Fitria Nur Aini Menyusuri jalan setapak Kau temui ibu dan bapak Dengan segenap kedua belah pihak Kau utarakan maksud dan tujuan...
-
Karya : Fandy Akhmad & Fitria Nur Aini Bibir tersungging manis di antara dua sejoli menjalin ikatan batin liku-liku perjalanan hidup...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar