Karya : Fitria Nur Aini
Dirimu berjuang
Belajar jauh dari orang-orang tersayang
Meninggalkan kota kelahiran
Demi masa depan
Ingin berhenti melangkah?
Karena merasa lelah?
Tengoklah, ayah dan ibu menaruh harapan besar akan keberhasilan
Kembali ke kampung halaman
Membawa sekantong benih yang kan tumbuh di taman
Menerangi kegelapan dengan apa yang telah kau genggam
Jangan hiraukan mereka yang dendam
Karena dalam jiwamu mengalir darah para pejuang
Tataplah rembulan bersama gemerlap bintang
Keduanya memberi panorama cemerlang
Meskipun angin malam menusuk tulang
Percayalah, semua terjadi agar terkenang
Tetaplah melangkah
Yakin dan jangan lupa berserah
Hanya Allah pemberi keputusan terindah
Ponorogo, 15 Mei 2017
Selamat datang. Selamat membaca coretan kisah cinta, cita, dan takdir yang tergores menjadi rangkaian kata. Semoga aku dan kamu abadi dalam aksara.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
"Maaf. Aku Pamit"
Apabila nanti aku berhenti, bukan siapa yang menghentikan aku untuk selalu menantimu. Tapi waktu yang akan menghentikan aku untu...
-
Karya : Fitria Nur Aini Dirimu berjuang Belajar jauh dari orang-orang tersayang Meninggalkan kota kelahiran Demi masa depan Ingin berh...
-
Karya : Fitria Nur Aini Menyusuri jalan setapak Kau temui ibu dan bapak Dengan segenap kedua belah pihak Kau utarakan maksud dan tujuan...
-
Karya : Fandy Akhmad & Fitria Nur Aini Bibir tersungging manis di antara dua sejoli menjalin ikatan batin liku-liku perjalanan hidup...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar